Bali-Icon17-scaled

Icon Mall Bali

ICON Bali Mall merupakan pusat belanja dan gaya hidup modern yang menghadirkan pengalaman berbeda di kawasan Sanur. Mengusung konsep terbuka bernuansa tropis, tempat ini dirancang untuk menyatu dengan lingkungan sekitar, menciptakan suasana yang lebih santai dan alami dibandingkan pusat perbelanjaan konvensional.

Tidak hanya sebagai destinasi belanja, ICON Bali Mall juga menggabungkan berbagai elemen gaya hidup dalam satu kawasan—mulai dari pilihan kuliner, ruang hiburan, hingga area berkumpul yang nyaman. Keunggulan utamanya terletak pada akses langsung ke pantai, yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut sambil beraktivitas, menjadikan pengalaman berbelanja terasa lebih hidup dan menyenangkan.

Terletak di kawasan pesisir yang dikenal dengan ketenangan dan karakter klasik Bali, mall ini turut menghadirkan suasana khas Sanur yang identik dengan ritme santai dan panorama matahari terbit yang indah. Perpaduan antara desain modern, nuansa tropis, dan kedekatan dengan alam menjadikan ICON Bali Mall sebagai destinasi lifestyle yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan.

Img Source : https://lelcogroup.com/

Menjelajahi TCEC Serangan: Wisata Edukasi dan Konservasi Penyu di Bali

TCEC Serangan merupakan lokasi tepat bagi anda penyuka wisata lingkungan. Lokasi ini merupakan sebuah pusat pendidikan, kawasan wisata, konservasi dan sebagai pusat penelitian penyu. Lebih tepatnya berada di Pulau Serangan, sekitar 30 menit arah selatan dari Kota Denpasar. Di penangkaran yang memiliki lahan seluas 2,4 hektare ini, Anda bisa berwisata sekaligus belajar mengenai penangkaran hewan penyu. Pengelola akan siap menjelaskan seluk beluk penyu dan dari mana saja penyu-penyu yang ditangkarkan disini berasal.

TCEC ini dibuka secara resmi pada 20 Januari 2006 oleh Gubernur Bali Bapak Dewa Berata. Tujuannya awalnya bukan untuk lokasi belajar melainkan untuk strategiu mengatasi perdagangan penyu. Adanya penangkaran ini supaya membantu masyarakat lokal Serangan membuat alternatif lain disamping bisnis perdagangan penyu. Sekarang keberadaanya jauh dari sekedar tempat penyelamatan. TCEC selain menjadi lokasi penyu yang diselamatkan dari alam karena kondisi sakit.

Pusat konservasi ini juga ikut menyelamatkan telor-telor penyu di kawasan pantai yang ramai pengunjung,dan membeli telor penyu dari masyarakat lokal. Telor penyu nantinya akan di  tetaskan di pusat penangkaran, bayi – bayi penyu ( tukik ) dirawat kurang lebih 1 bulan untuk di lepas bebaskan di alam. semua alasan kegiatan penyu dalam kepunahan akibat kegiatan manusia, tidak hanya memburu dan mengkomsumsi telor penyu dan juga polusi laut dan pembangunan kawasan peneloran dan penurunan papulasi yang sangat dramatis.

Jadi, TCEC ini sangat vital keberadaanya. Sangat disayangkan jika berwisata ke Denpasar tidak mampir di destinasi yang mudah ditempuh oleh berbagai sarana kendaraan ini dari bandara maupun wilayah lain di Bali.


Serunya Menjelajah Kampung Kuliner Seafood Serangan: Wisata Rasa Baru di Denpasar

Bosan dengan menu seafood itu-itu di Kedonganan maupun Jimbaran saja saat wisata ke Bali? Mungkin, destinasi kuliner terbaru di Kota Denpasar ini sangat patut Anda coba.  Namanya Kampung Kuliner Seafood Serangan. 

Sesuai namanya, lokasinya ada di Pulau Serangan. Dari bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Jika Anda hendak menuju Sanur maupun Gianyar, kampung ini pasti akan Anda lewati. Jadi sangat sayang jika dilewatkan. 

Untuk mencari lokasinya sangat mudah karena begitu Anda masuk Pulau Serangan, akan dituntun oleh papan penunjuk nama. Tepatnya berlokasi di Lapangan desa Serangan. Ada banyak pilihan menu makanan laut yang disajikan di destinasi baru ini.

Ada sebanyak 14 petak bangunan dengan total 28 kios kuliner disini. Disini ada banyak menu dapat dipilih. Sebagian besar kuliner yang disajikan adalah berbahan dari seafood. Seperti, kerang bakar, udang, ikan bakar, cumi bumbu bali dll. Semuanya disajikan oleh warga setempat yang sudah mewarisi racikan menu sejak turun temurun. Warung Kuliner ini buka mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 petang.

Kampung Kuliner ini tidak hanya menyajikan menu makanan. Pemerintah Kota Denpasar berupaya menjadikannya sebagai one stop solution bagi wisatawan. Karena itu, di pinggirnya dilengkapi juga dengan jogging track. Tujuanya agar tidak hanya untuk tempat makan saja tetapi juga bersantai bersama keluarga. Jadi jangan lewatkan wisata terbaru ini.

 

Wisata Edukasi Subak TeBA Majalangu

Buat keluarga yang ingin memperkenalkan anak-anaknya dengan pembelajaran tentang alam khususnya pertanian. Inilah destinasi paling tepat dituju. Namanya Wisata Edukasi TeBA Majelangu. Destinasi ini milik Desa Kesiman Kertalangu yang terletak di kawasan jogging track Desa Budaya Kertalangu. Konsep tempat wisata ini adalah memberikan pelajaran bagi anak-anak tentang pertanian. Mereka bisa mengidentifikasi alat-alat pertanian, metodenya sampai praktek di lapangan. Semuanya bisa dilakukan di sini.

Jangan khawatir terkait berapa banyak aktivitas bisa dilakukan disini karena luasan lahannya mencapai 1,4 hektare. Anak-anak maupun orang tua dapat melakukan banyak hal. Karena disini terdapat Museum subak yang bertujuan memperkenalkan alat-alat pertanian tempo dulu yang digunakan dalam kegiatan pertanian. Museum subak akan menyajikan informasi mulai dari nama alat, fungsinya dan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran siswa nantinya di lapangan.

Selain itu ada Rumah bibit tempat pameran untuk menampilkan contoh bibit organik yang sudah dibuat oleh kelompok tani setempat. Pengunjung bisa melihat bagaimana bentuk bibit / tanaman apa saja yang ada di kawasan TeBA Majalangu dan diberikan edukasi secara umum berkaitan dengan fungsi dari masing-masing tanaman.

Selesai dari dua lokasi itu masih ada tempat memberi makan binatang. Disini terdapat beberapa binatang ternak dan menjadi salah satu kegiatan yang mengasikkan terutama untuk anak-anak. Dalam proses edukasi mereka juga akan di ajarkan jenis-jenis hewan yang biasanya di pergunakan dalam kegiatan upacara / upakara tradisional bali.

Kegiatan terakhir yang bisa dinikmati adalah permainan atau game outbond merupakan salah satu kegiatan yang paling disukai anak-anak yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kepercayaan diri, keberanian dan daya kreatifitas anak-anak. Jadi tunggu apalagi, TeBA Majelangu sangat cocok buat keluarga yang rindu dengan aktivitas alam dan sangat mudah dijangkau dari Kota Denpasar.

Menikmati Seni dan Budaya di Taman Budaya Bali: Pusat Pementasan Terbesar di Denpasar

Taman Budaya Bali atau lebih dikenal dengan Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar salah satu pusat pementasan seni tertua di Bali yang terletak di Jalan Nusa Indah, Kota Denpasar.

Kawasan Taman Budaya ini terdiri dari empat kompleks, yaitu kompleks suci, meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, dan Bale Pepaosan. Kedua, kompleks tenang, meliputi Perpustaan Widya Kusuma. Ketiga, kompleks setengah ramai, meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, studio patung, wisma seni, dan wantilan. Keempat, kompleks ramai, meliputi panggung Ardha Candra dan Ksirarnawa.

Ardha Candra adalah panggung terbuka yang biasa digunakan untuk pementasan kolosal, pertunjukan musik, dan pentas seni lainnya. Panggung yang menjadi salah satu ikon di taman budaya ini bisa menampung hingga enam ribu penonton. Ksirarnawa adalah panggung tertutup yang bisa juga digunakan untuk pementasan kolosal. Fungsinya hampir sama dengan Ardha Candra, hanya bentuknya saja yang tertutup. Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Gubernur Bali kerap menggelar acara akbar di sini.

Selain Ardha Candra dan Ksirarnawa, ada juga Kalangan Ratna Kanda dan Kalangan Ayodya yang merupakan pentas terbuka. Panggung ini biasa digunakan untuk pentas seni, seperti tarian, arja, dan joged.

Kompleks seluas 14 Hektare ini dibangun menggunakan arsitektur Bali, serta dihiasi relief-relief indah dan menarik. Di dalam gedung pameran pengunjung bisa menyaksikan berbagai jenis lukisan dan ukiran karya para seniman Bali. Ide pembangunan fasilitas ini adalah Gubernur Bali Ida Bagus Mantra yang terkenal sangat mencintai budaya Bali. Beliau juga menyumbangkan lahan seluas lima hektar (ha) untuk membangun kompleks yang dibuka sejak tahun 1973.

Saat ini, Taman Budaya Art Center menjadi satu-satunya lokasi pementasan seni budaya Bali paling lengkap di Kota Denpasar.

Tempat ini dibuka setiap hari, mulai pagi hingga sore. Saat tepat berkunjung ke sini adalah ketika pelaksanaan Pekan Kesenian Bali (PKB) yang digelar setiap tahun tepatnya bulan Juni hingga Juli. Karena saat itulah perwakilan seniman dari sembilan kabupaten kota di Bali datang menampilkan kesenian khas daerah masing-masing, mulai dari seni tari, musik, ukir, lukisan, wayang, hingga makanan tradisional.

Keunikan Museum Sidik Jari Denpasar: Mengenal Seni Lukis dengan Jari

Ini dia salah satu museum unik di Kota Denpasar yang sangat sayang dilewatkan. Sesuai namanya, Namanya mungkin terdengar aneh di telinga. Tapi, ketika Anda berkunjung ke lokasi ini akan dibuat terkesima dengan koleksi yang ada di museum yang berlokasi di jalan Hayam Wuruk Nomor 175, Tanjung Bungkak.

Museum Sidik Jari menampilkan hasil karya seni lukis dengan teknik melukis yang cukup unik, menggunakan kelihaian imajinasi melalui jari telunjuk berupa totol-totolan warna dasar di atas permukaan kanvas, dan menghasilkan hasil karya seni yang unik, indah dan spektakuler. Pemiliknya adalah Gede Ngurah Rai Pemecutan yang sekaligus sebagai pelukisnya. Beliau meurpakan cucu dari Pahlawan Nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai.

Teknik melukis dengan sidik jari ini sebenarnya ditemukan secara sengaja, pada saat beliau melukis dengan tema tari Baris, pada tanggal 9 Juli 1967, namun lukisan tersebut tidak kunjung selesai seperti harapan, sehingga membuat Bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan menjadi kesal, beliau berusaha merusak lukisan yang tidak kunjung selesai tersebut dengan menempelkan ujung jari-jemarinya yang berlumuran cat di permukaan kanvas, disinilah muncul ide dan inspirasi untuk membuat lukisan dengan ujung jari telunjuk tidak menggunakan kuas lagi.

Metode Lukis yang ditemukan oleh Gede Ngurah Rai Pemecutan ini pernah mengantarkannya meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai pelopor tekhnik melukis dengan jari dan mengkoleksi lukisan sidik jari terbanyak. Museum ini sekarang menyimpan sebanyak 640 lukisan karya dari Gede Ngruah Rai Pemecutan. Tujuan dari bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan untuk membangun museum Sidik Jari Denpasar, sebagai tempat untuk memajang aneka koleksi lukisan hasi karyanya, serta memajang puisi hasil karyanya yang ditulis diatas batu.

Di museum lukisan Sidik Jari Denpasar, pengunjung tidak hanya dapat melihat lukisan dan puisi saja, melainkan pengunjung yang ingin mendalami budaya Bali terutama seni tari Bali dapat belajar disini. Di museum ini diadakan kursus seni tari Bali, kursus melukis, kursus seni musik Bali dengan pengajar profesional. Keren kan mengetahui apa dan bagaimana berdirinya Museum Sidik Jari? Jadi tunggu apa lagi, segera kunjungi museum ini.

Pesona Mural Pasar Badung: Mengubah Wajah Pasar Tradisional dengan Sentuhan Seni Modern

Bagi penyuka seni dan pengguna media sosial, tempat ini pantang untuk dilewatkan. Mural Pasar Badung. Jangan mengira pasar hanya tempat pembeli dan penjual. Di Pasar Badung, Anda dapat menemukan berbagai mural bertebaran di tembok dinding pasar terbesar di Bali ini. Mural-mural tersebut dibuat pada tahun 2019 silam paska renovasi akibat kebakaran. Posisinya ada di gerbang, di lift, sekitar kios, ruang tunggu bahkan sampai di kamar mandi ada. 

Jika tidak puas dengan mural-mural tersebut, cobalah untuk melihat sisi timur pasar. Di sini terdapat mural raksasa yang digambar di kanvas tembok berukuran 308 meter persegi. Gambarnya pun atraktif dan menarik. Hampir seluruhnya gambar yang ditampilkan berupa pesan ajakan kepada masyarakat agar bangga berbelanja dan berjualan di pasar tradisional dengan kemasan modern seperti yang ada di Pasar Badung.

Ornamen kreatif ini bertujuan menjadikan Pasar Badung sebagai inspirasi bagi pasar tradisional lain di seluruh Bali bahkan Indonesia. Pembuatan mural ini melibatkan sebanyak 30 kreator muda dari Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali. Sekaligus upaya mengubah persepsi apabila pasar tradisional hanya lokasi bertemunya penjual dan pembeli. Karena di Pasar Badung, wisatawan pun juga bisa berkunjung.

Oh iya, jangan lupa jam berapapun Anda bisa berkunjung melihat dan mengabadikan mural-mural di Pasar Badung. Karena pasar ini buka 24 jam. Dikarenakan merupakan pasar terbesar di Bali dan berbagai pasokan barang yang diperjualbelikan di Bali akan dimulai dari pasar ini.  Hanya tutup ketika Hari Raya Nyepi.

Pasar Seni Kumbasari: Pusat Kerajinan Seni dan Souvenir Bali yang Terjangkau

Penyuka produk kesenian wajib tahu Pasar Seni Kumbasari. Jauh sebelum adanya pusat oleh-oleh yang terkenal, pasar ini adalah tujuan wajib wisatawan saat ingin mencari oleh-oleh barang kesenian bagi sanak famili. Sampai sekarang pasar Seni Kumbasari masih tetap eksis dan layak untuk dikunjungi.

Lokasinya ada di sisi barat Pasar Tradisional Badung, tepat di Kawasan Heritage Gajah Mada. Dengan Pasar Badung hanya dipisahkan oleh Sungai “Korea” Tukad Badung. Pasar yang sudah mengalami tiga kali tahapan revitalisasi ini disebut sebagai pasar seni satu-satunya di Kota Denpasar. Pasar Kumbasari dibangun pada tahun 1977, pernah mengalami kebakaran pada tahun 2000, kemudian dilakukan renovasi dan pada tahun 2001 dibuka kembali.

Bangunanya cukup luas karena berdiri di atas lahan seluas 6.230 meter persegi. Adapun bangunannay terdiri dari lima lantai. Namun, hanya 4 lantai diperuntukkan bagi pedagang produk kesenian. Sedangkan satu lantai diperuntukkan bagi pedagang kebutuhan pokok dan piranti upacara keagamaan.

Pada lantai 2 pasar seni Kumbasari khusus menjual beraneka macam jenis pakaian, seperti pakaian adat Bali seperti udeng, kain dan destar, ditawarkan juga bed cover, sarung pantai, serta beraneka jenis tenun hasil kerajian Bali. Di lantai 3 gedung pasar seni Kumbasari, menjual beraneka macam jenis lukisan, patung, ornamen Bali seperti ukiran, sepatu, sandal, sampai tas wanita. Pada lantai 4, berbagai jenis kerajinan, pernak-pernik untuk souvenier seperti kerajinan dari bahan kerang, kertas dan beberapa juga hasil kerajinan luar Bali.

Belum banyak yang mengetahui jika keberadaan pasar ini sangat vital. Karena merupakan pusat grosir yang memasok produk-produk untuk pedagang seni seperti di Sanur, Kuta, Canggu sampai Ubud. Tidak banyak masyarakat mengetahui tentang ini. Karena rerata pedagang disini langsung mengambil dari produsen seni kerajinan di pelosok daerah.

Adapun produk kerajinan yang dijual di Pasar Seni Kumbasari sangat bervariasi. Mulai dari kerajinan kuningan, keramik, kaca, rotan sampai kerajinan kayu tersedia semua. Informasi terpenting lainnya yang sangat jarang disadari oleh wisatawan tentang pasar seni ini adalah soal harga. Jangan kaget ketika berbelanja disini, harganya jauh lebih murah dibandingkan di pusat oleh-oleh. Karena, produk yang dijual disini dijual secara grosiran jadi tentu saja jauh lebih murah.

Bagi Anda yang tahu informasi soal murah ini, tidak ada salahnya mencoba kesini. Satu lagi, harganya bisa negoisable seperti umumya di pasar-pasar tradisional. Sudah begitu, lokasinya sangat mudah dijangkau.

narasi-pembangunan-kampung-kuliner-serangan-docx-google-docs

Pembangunan Kampung Kuliner Serangan

Desa Serangan di Denpasar, Bali, yang dikenal dengan keindahan alam dan warisan budayanya, kini sedang membangun proyek unggulan yaitu Pembangunan Kampung Kuliner Seafood Serangan, pemerintah berupaya menciptakan destinasi wisata kuliner baru yang terletak di Jl. Tukad Pekaseh No.2, Serangan, Denpasar Selatan. Proyek ini berfokus pada penyediaan fasilitas kuliner berbasis makanan laut yang khas dengan nuansa lokal.
Proyek ini berlokasi di lapangan I Wayan Bulit, Serangan, yang dibangun di lahan dengan mempunyai luas lapangan = 21,190 m2 dan luas lahan BTID = 2,420 m2. Didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar sebagai pemberi tugas. Dengan dibantu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2024 yang disalurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, pembangunan ini akan mengoptimalkan fasilitas fisik untuk mendukung keberlangsungan wisata kuliner di Serangan.
Proyek ini melibatkan beberapa pihak ahli, termasuk PT. TATA RENCANA HIJAU sebagai konsultan perencana dan CV. BINA BWANA WISESA sebagai konsultan pengawas, dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT. MEGAH TAMA PERKASA dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.204.246.761,00. Pembangunan ini direncanakan berlangsung selama 180 hari kalender dari 14 Juni hingga 10 Desember 2024, di mana setiap tahapannya diawasi dengan ketat untuk memastikan hasil yang optimal.

Pengembangan Kampung Kuliner Serangan merupakan bagian dari tiga program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan potensi Desa Serangan secara menyeluruh. Program pertama adalah penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan desa, di mana pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal agar mampu mengelola potensi wisata secara efektif, sekaligus memperkuat kelembagaan desa agar masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaan kampung kuliner. Program kedua adalah memformulasikan branding, paket kegiatan, dan promosi desa wisata, yang berfokus pada pengembangan branding Desa Serangan sebagai destinasi kuliner yang khas, didukung oleh promosi intensif melalui media sosial dan kampanye pemasaran, serta kolaborasi dengan travel influencer. Selain itu, paket wisata kuliner yang dirancang akan memberikan pengalaman lengkap yang mencakup wisata kuliner, budaya, dan alam. Program ketiga adalah 55 rencana aksi yang mencakup berbagai aspek pengembangan desa, seperti peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, dan pengembangan produk wisata, yang semuanya bertujuan untuk memaksimalkan potensi wisata dan ekonomi Desa Serangan. Pembangunan Kampung Kuliner Seafood Serangan mencakup berbagai fasilitas penting, seperti pembangunan 14 bangunan dan 28 kios kuliner yang akan menjadi tempat bagi pedagang lokal untuk menawarkan hidangan seafood serta makanan khas Bali. Plaza Kuliner dirancang sebagai pusat kegiatan sosial dan rekreasi, di mana pengunjung dapat menikmati suasana santai sambil mencicipi berbagai hidangan. Selain itu, fasilitas toilet umum juga dibangun untuk memastikan kenyamanan pengunjung, dengan kebersihan dan standar fasilitas yang baik. Sebanyak 16 unit gazebo disediakan di sekitar area kuliner untuk tempat bersantai yang nyaman, didukung oleh area parkir yang memudahkan akses pengunjung. Infrastruktur pendukung seperti rumah STP dan resapan, serta tandon air bawah tanah (Ground Water Tank), berperan penting dalam menjaga pengelolaan air dan kebersihan lingkungan. Sebagai tambahan, 64 unit bangku taman tersebar di area plaza dan taman untuk menambah kenyamanan pengunjung selama menikmati suasana kuliner di Serangan.

Proyek Kampung Kuliner Seafood Serangan memanfaatkan dana DAK Fisik 2024 dengan total anggaran sebesar Rp 5.204.246.761,00 yang mencakup berbagai aspek penting dalam pembangunan infrastruktur kampung kuliner. Dana ini digunakan untuk penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMKK) sebesar Rp 18.640.000,00, pekerjaan persiapan senilai Rp 436.623,97, serta pembangunan inti berupa 14 bangunan dan 28 kios kuliner dengan anggaran Rp 1.637.899.041,95, di mana kios-kios tersebut akan diisi oleh pedagang yang menawarkan kuliner khas Bali dan Serangan. Selain itu, pembangunan plaza kuliner sebesar Rp 1.767.823.405,96, toilet senilai Rp 443.690.627,97, serta 16 unit gazebo dengan anggaran Rp 399.699.204,80 disiapkan untuk kenyamanan pengunjung. Fasilitas pendukung lainnya termasuk area parkir A sebesar Rp 106.424.186,73, rumah STP dan resapan sebesar Rp 72.450.829,52, Ground Water Tank (tandon air bawah tanah) senilai Rp 63.236.431,05, serta 64 unit bangku taman dengan total Rp 178.210.244,42. 

Namun, proyek ini menghadapi keterbatasan anggaran sehingga pemerintah memanfaatkan dana CSR sebesar Rp 2.599.991.078,00 dari perusahaan swasta untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting. Dana CSR tersebut digunakan untuk penerapan SMKK Rp 25.643.650,00, pekerjaan persiapan Rp 552.056,28, pembangunan pergola kayu Rp 468.000.000,00, softscape (penataan area hijau) Rp 11.900.000,00, meja taman Rp 54.000.000,00, meja gazebo Rp 6.400.000,00, service area Rp 238.000.000,00, peningkatan daya listrik Rp 139.521.228,00, pengadaan alat kios kuliner Rp 1.124.676.000,00, pembangunan bak sampah Rp 145.345.492,55, serta signage sebesar Rp 128.295.877,68 untuk membantu pengunjung menemukan area penting di kampung kuliner.

 

Menampilkan Warisan Bali: Keajaiban Tari Barong dan Keris oleh Sekaa Barong and Keris Sari

Nah, ini salah satu kesenian yang sangat lazim ditemui di Kota Denpasar, yakni tari Barong dan Keris. Salah satu pegiatnya adalah Sekaa Barong and Keris Sari, yakni kelompok pariwisata budaya di Bali, Indonesia yang berfokus pada pelestarian dan pameran seni dan budaya tradisional Bali. Kelompok ini berdedikasi untuk mempromosikan keindahan dan pentingnya warisan budaya Bali melalui pertunjukan dan kegiatan mereka.

Sekaa Barong and Keris Sari mengkhususkan diri dalam dua elemen budaya penting, yaitu tari Barong dan tari Keris. Tari Barong adalah tarian tradisional Bali yang menggambarkan pertempuran abadi antara kebaikan dan kejahatan. Tarian ini menampilkan makhluk mitologi besar yang disebut Barong, yang mewakili kebaikan, dan makhluk mirip iblis yang disebut Rangda, yang mewakili kejahatan. Tarian ini disertai dengan musik yang enerjik dan kostum yang berwarna-warni, memukau penonton dengan gerakan yang energik dan alur cerita yang dramatis.

Tari Keris, di sisi lain, memamerkan senjata tradisional Indonesia yang dikenal sebagai keris. Tarian ini melibatkan gerakan yang lancar dan anggun, yang melambangkan keindahan dan presisi keris. Biasanya, tarian ini ditampilkan sebagai tarian solo, disertai dengan musik gamelan tradisional.

Sekaa Barong and Keris Sari aktif berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata budaya, termasuk pertunjukan di berbagai tempat dan acara. Mereka berkontribusi dalam mempromosikan seni dan budaya Bali dengan menampilkan keterampilan dan bakat mereka kepada penonton lokal dan internasional. Pertunjukan mereka sering menarik wisatawan yang tertarik untuk merasakan tradisi budaya kaya Bali.

Selain pertunjukan mereka, Sekaa Barong and Keris Sari juga terlibat dalam kegiatan pendidikan. Mereka menyelenggarakan lokakarya dan sesi pelatihan untuk mengajarkan generasi muda tentang tarian tradisional dan signifikansi budayanya. Dengan meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka, mereka memastikan kelangsungan warisan budaya Bali bagi generasi mendatang.

Selain itu, Sekaa Barong and Keris Sari secara aktif bekerja sama dengan kelompok budaya dan organisasi lain untuk mempromosikan pertukaran budaya dan kerja sama. Mereka berpartisipasi dalam festival, pameran, dan acara budaya baik secara lokal maupun internasional, mewakili tradisi artistik yang hidup di Bali.

Melalui dedikasi dan komitmen mereka, Sekaa Barong and Keris Sari berkontribusi dalam pelestarian dan promosi pariwisata budaya Bali. Mereka memainkan peran penting dalam memamerkan warisan artistik yang kaya di Bali, menarik wisatawan dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan dan keunikan seni dan budaya Bali.