Bali-Icon17-scaled

Icon Mall Bali

ICON Bali Mall merupakan pusat belanja dan gaya hidup modern yang menghadirkan pengalaman berbeda di kawasan Sanur. Mengusung konsep terbuka bernuansa tropis, tempat ini dirancang untuk menyatu dengan lingkungan sekitar, menciptakan suasana yang lebih santai dan alami dibandingkan pusat perbelanjaan konvensional.

Tidak hanya sebagai destinasi belanja, ICON Bali Mall juga menggabungkan berbagai elemen gaya hidup dalam satu kawasan—mulai dari pilihan kuliner, ruang hiburan, hingga area berkumpul yang nyaman. Keunggulan utamanya terletak pada akses langsung ke pantai, yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut sambil beraktivitas, menjadikan pengalaman berbelanja terasa lebih hidup dan menyenangkan.

Terletak di kawasan pesisir yang dikenal dengan ketenangan dan karakter klasik Bali, mall ini turut menghadirkan suasana khas Sanur yang identik dengan ritme santai dan panorama matahari terbit yang indah. Perpaduan antara desain modern, nuansa tropis, dan kedekatan dengan alam menjadikan ICON Bali Mall sebagai destinasi lifestyle yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan.

Img Source : https://lelcogroup.com/

Menjelajahi TCEC Serangan: Wisata Edukasi dan Konservasi Penyu di Bali

TCEC Serangan merupakan lokasi tepat bagi anda penyuka wisata lingkungan. Lokasi ini merupakan sebuah pusat pendidikan, kawasan wisata, konservasi dan sebagai pusat penelitian penyu. Lebih tepatnya berada di Pulau Serangan, sekitar 30 menit arah selatan dari Kota Denpasar. Di penangkaran yang memiliki lahan seluas 2,4 hektare ini, Anda bisa berwisata sekaligus belajar mengenai penangkaran hewan penyu. Pengelola akan siap menjelaskan seluk beluk penyu dan dari mana saja penyu-penyu yang ditangkarkan disini berasal.

TCEC ini dibuka secara resmi pada 20 Januari 2006 oleh Gubernur Bali Bapak Dewa Berata. Tujuannya awalnya bukan untuk lokasi belajar melainkan untuk strategiu mengatasi perdagangan penyu. Adanya penangkaran ini supaya membantu masyarakat lokal Serangan membuat alternatif lain disamping bisnis perdagangan penyu. Sekarang keberadaanya jauh dari sekedar tempat penyelamatan. TCEC selain menjadi lokasi penyu yang diselamatkan dari alam karena kondisi sakit.

Pusat konservasi ini juga ikut menyelamatkan telor-telor penyu di kawasan pantai yang ramai pengunjung,dan membeli telor penyu dari masyarakat lokal. Telor penyu nantinya akan di  tetaskan di pusat penangkaran, bayi – bayi penyu ( tukik ) dirawat kurang lebih 1 bulan untuk di lepas bebaskan di alam. semua alasan kegiatan penyu dalam kepunahan akibat kegiatan manusia, tidak hanya memburu dan mengkomsumsi telor penyu dan juga polusi laut dan pembangunan kawasan peneloran dan penurunan papulasi yang sangat dramatis.

Jadi, TCEC ini sangat vital keberadaanya. Sangat disayangkan jika berwisata ke Denpasar tidak mampir di destinasi yang mudah ditempuh oleh berbagai sarana kendaraan ini dari bandara maupun wilayah lain di Bali.


Serunya Menjelajah Kampung Kuliner Seafood Serangan: Wisata Rasa Baru di Denpasar

Bosan dengan menu seafood itu-itu di Kedonganan maupun Jimbaran saja saat wisata ke Bali? Mungkin, destinasi kuliner terbaru di Kota Denpasar ini sangat patut Anda coba.  Namanya Kampung Kuliner Seafood Serangan. 

Sesuai namanya, lokasinya ada di Pulau Serangan. Dari bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Jika Anda hendak menuju Sanur maupun Gianyar, kampung ini pasti akan Anda lewati. Jadi sangat sayang jika dilewatkan. 

Untuk mencari lokasinya sangat mudah karena begitu Anda masuk Pulau Serangan, akan dituntun oleh papan penunjuk nama. Tepatnya berlokasi di Lapangan desa Serangan. Ada banyak pilihan menu makanan laut yang disajikan di destinasi baru ini.

Ada sebanyak 14 petak bangunan dengan total 28 kios kuliner disini. Disini ada banyak menu dapat dipilih. Sebagian besar kuliner yang disajikan adalah berbahan dari seafood. Seperti, kerang bakar, udang, ikan bakar, cumi bumbu bali dll. Semuanya disajikan oleh warga setempat yang sudah mewarisi racikan menu sejak turun temurun. Warung Kuliner ini buka mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 petang.

Kampung Kuliner ini tidak hanya menyajikan menu makanan. Pemerintah Kota Denpasar berupaya menjadikannya sebagai one stop solution bagi wisatawan. Karena itu, di pinggirnya dilengkapi juga dengan jogging track. Tujuanya agar tidak hanya untuk tempat makan saja tetapi juga bersantai bersama keluarga. Jadi jangan lewatkan wisata terbaru ini.

 

Wisata Edukasi Subak TeBA Majalangu

Buat keluarga yang ingin memperkenalkan anak-anaknya dengan pembelajaran tentang alam khususnya pertanian. Inilah destinasi paling tepat dituju. Namanya Wisata Edukasi TeBA Majelangu. Destinasi ini milik Desa Kesiman Kertalangu yang terletak di kawasan jogging track Desa Budaya Kertalangu. Konsep tempat wisata ini adalah memberikan pelajaran bagi anak-anak tentang pertanian. Mereka bisa mengidentifikasi alat-alat pertanian, metodenya sampai praktek di lapangan. Semuanya bisa dilakukan di sini.

Jangan khawatir terkait berapa banyak aktivitas bisa dilakukan disini karena luasan lahannya mencapai 1,4 hektare. Anak-anak maupun orang tua dapat melakukan banyak hal. Karena disini terdapat Museum subak yang bertujuan memperkenalkan alat-alat pertanian tempo dulu yang digunakan dalam kegiatan pertanian. Museum subak akan menyajikan informasi mulai dari nama alat, fungsinya dan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran siswa nantinya di lapangan.

Selain itu ada Rumah bibit tempat pameran untuk menampilkan contoh bibit organik yang sudah dibuat oleh kelompok tani setempat. Pengunjung bisa melihat bagaimana bentuk bibit / tanaman apa saja yang ada di kawasan TeBA Majalangu dan diberikan edukasi secara umum berkaitan dengan fungsi dari masing-masing tanaman.

Selesai dari dua lokasi itu masih ada tempat memberi makan binatang. Disini terdapat beberapa binatang ternak dan menjadi salah satu kegiatan yang mengasikkan terutama untuk anak-anak. Dalam proses edukasi mereka juga akan di ajarkan jenis-jenis hewan yang biasanya di pergunakan dalam kegiatan upacara / upakara tradisional bali.

Kegiatan terakhir yang bisa dinikmati adalah permainan atau game outbond merupakan salah satu kegiatan yang paling disukai anak-anak yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kepercayaan diri, keberanian dan daya kreatifitas anak-anak. Jadi tunggu apalagi, TeBA Majelangu sangat cocok buat keluarga yang rindu dengan aktivitas alam dan sangat mudah dijangkau dari Kota Denpasar.

Menikmati Seni dan Budaya di Taman Budaya Bali: Pusat Pementasan Terbesar di Denpasar

Taman Budaya Bali atau lebih dikenal dengan Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar salah satu pusat pementasan seni tertua di Bali yang terletak di Jalan Nusa Indah, Kota Denpasar.

Kawasan Taman Budaya ini terdiri dari empat kompleks, yaitu kompleks suci, meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, dan Bale Pepaosan. Kedua, kompleks tenang, meliputi Perpustaan Widya Kusuma. Ketiga, kompleks setengah ramai, meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, studio patung, wisma seni, dan wantilan. Keempat, kompleks ramai, meliputi panggung Ardha Candra dan Ksirarnawa.

Ardha Candra adalah panggung terbuka yang biasa digunakan untuk pementasan kolosal, pertunjukan musik, dan pentas seni lainnya. Panggung yang menjadi salah satu ikon di taman budaya ini bisa menampung hingga enam ribu penonton. Ksirarnawa adalah panggung tertutup yang bisa juga digunakan untuk pementasan kolosal. Fungsinya hampir sama dengan Ardha Candra, hanya bentuknya saja yang tertutup. Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Gubernur Bali kerap menggelar acara akbar di sini.

Selain Ardha Candra dan Ksirarnawa, ada juga Kalangan Ratna Kanda dan Kalangan Ayodya yang merupakan pentas terbuka. Panggung ini biasa digunakan untuk pentas seni, seperti tarian, arja, dan joged.

Kompleks seluas 14 Hektare ini dibangun menggunakan arsitektur Bali, serta dihiasi relief-relief indah dan menarik. Di dalam gedung pameran pengunjung bisa menyaksikan berbagai jenis lukisan dan ukiran karya para seniman Bali. Ide pembangunan fasilitas ini adalah Gubernur Bali Ida Bagus Mantra yang terkenal sangat mencintai budaya Bali. Beliau juga menyumbangkan lahan seluas lima hektar (ha) untuk membangun kompleks yang dibuka sejak tahun 1973.

Saat ini, Taman Budaya Art Center menjadi satu-satunya lokasi pementasan seni budaya Bali paling lengkap di Kota Denpasar.

Tempat ini dibuka setiap hari, mulai pagi hingga sore. Saat tepat berkunjung ke sini adalah ketika pelaksanaan Pekan Kesenian Bali (PKB) yang digelar setiap tahun tepatnya bulan Juni hingga Juli. Karena saat itulah perwakilan seniman dari sembilan kabupaten kota di Bali datang menampilkan kesenian khas daerah masing-masing, mulai dari seni tari, musik, ukir, lukisan, wayang, hingga makanan tradisional.

Menyelami Sejarah dan Tradisi Pura Tambang Badung: Dari Pura Taman ke Pura Penambangan Badung

Pura Tambang Badung terletak di Banjar Pemedilan Kerandan, Desa Pemecutan, Denpasar. Tepatnya di Jalan Gunung Batukaru, sebelah barat Pura Pasah Pemedilan. Pura Tambang Badung merupakan salah satu jajaran pura tua yang ada di Bali.

Pura ini dulunya bernama Pura Taman, kemudian berubah menjadi Pura Ayu Panesteran Panembahan Badung, baru akhirnya menjadi Pura Penambang Badung. Pura Tambangan Badung sendiri memiliki beberapa tradisi. Ada Tari Baris Tangklong yang dipentaskan setiap Penampahan Galungan dan Tradisi Siyat Sampian yang dilaksanakan setiap Manis Kuningan. Tujuan tradisi ini adalah untuk pembersihan mala dan menanamkan jiwa ksatria.

Pura Penambangan Badung merupakan pura yang berfungsi sebagai pura kerajaan Badung. Menurut sumber-sumber tradisional, pura ini didirikan pada awal-awal berdirinya kerajaan Badung oleh Kiyai Jambe Pule, yang bergelar Kiyai Anglurah Pemecutan I.

Nama Pura Penambangan erat kaitannya dengan anugerah yang diterima Kiyai Jambe Pule di Gunung Batukaru, yaitu berupa pecut (cemeti) dan tambang (tali). Pura ini dimaknai sebagai tali pengikat keluarga dan warga Pemecutan. Di pura ini berdiri berbagai palinggih (bangunan suci), termasuk paibon (ikatan keluarga) dari semua warga yang berjasa dalam pendirian Kerajaan Badung.

Tercatat ada 52 palinggih dengan 18 di antaranya merupakan palinggih paibon dan sisanya merupakan palinggih panyawangan berbagai pura penting di Bali. Pura ini di-empon (di bawah tanggung jawab) warga Puri Pemecutan. Upacara pujawali (hari peringatan berdirinya pura) dilaksanakan saban Purnama Kadasa (purnama pada bulan ke sepuluh dalam tradisi penanggalan Bali, sekitar bulan Maret).

Taman Inspirasi Muntig Siokan: Surga Alam dan Matahari Terbenam di Sanur

Taman ini berlokasi di Pantai Mertasari, Sanur. Lokasinya ada di sisi barat pantai dari parkiran.
Destinasi wisata ini dikembangkan oleh warga Desa Adat Intaran Sanur. Fasilitas yang ada di Taman Inspirasi Muntig Siokan sangat lengkap, mulai dari playground, jineng Bali, hingga kano. Di taman ini terdapat warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Salah satu wahana yang menjadi daya tarik utama di Taman Inspirasi Munting Siokan adalah wahana menaiki onta dan kuda. Wahana ini menjadi salah satu wahana favorit wisatawan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ada juga masyarakat adat setempat yang menyewakan kano bagi yang meyukai olahraga ini. Bagi pungunjung yang ingin berwisata sepanjang hari di taman ini, tersedia juga gazebo-gazebo dengan gaya Bali yang beratapkan alang-alang.

Ada juga tempat dan sarana bermain khusus bagi anak-anak, seperti ayunan dan bebek-bebekan. Tempat yang sangat tepat bersantai bersama keluarga sembari menikmati suasana pantai dan pemandangan kapal-kapal bersandar.

Taman Inspirasi Muntig siokan adalah tujuan wisata yang wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan pengagum matahari terbenam. Taman yang indah ini menawarkan kesempatan untuk mengagumi kehijauan hutan yang subur, serta menyaksikan matahari terbenam yang memukau menghilang di balik cakrawala.

Taman ini memiliki hutan yang subur yang menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Taman ini adalah tempat yang ideal bagi para pecinta alam untuk melarikan diri dari hiruk-pikuk kota dan kembali bersatu dengan alam. Pengunjung dapat berjalan-jalan melalui hutan dan meresapi suasana yang tenang yang mengelilingi mereka. Taman ini juga memiliki danau yang menakjubkan, yang menambah keindahan alami taman.

Salah satu daya tarik utama dari Taman Inspirasi Muntig Siokan adalah matahari terbenam yang menakjubkan yang dapat disaksikan dari taman. Ketika matahari perlahan-lahan tenggelam di balik cakrawala, langit berubah menjadi beragam warna, menciptakan pemandangan yang indah yang akan membuat pengunjung terpesona. Taman ini menawarkan berbagai sudut pandang di mana pengunjung dapat menonton matahari terbenam.

Taman ini tidak hanya populer di kalangan pengunjung lokal tetapi juga menarik banyak wisatawan domestik dari luar Bali dan bahkan wisatawan asing. Keindahan alam taman dan suasana yang tenang menjadikannya sebagai tujuan yang ideal bagi mereka yang mencari istirahat dari kehidupan mereka yang sibuk. Taman ini menawarkan berbagai kegiatan seperti jogging, bersepeda, dan piknik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk keluarga dan kelompok menghabiskan waktu berkualitas bersama.

Sebagai kesimpulan, Taman Inspirasi Mertasari adalah tujuan yang sempurna bagi mereka yang mencari untuk mengagumi keindahan alam Bali dan menyaksikan matahari terbenam yang menakjubkan menghilang di balik cakrawala. Suasana yang tenang di taman, ditambah dengan acara budaya dan seni, menjadikannya sebagai tujuan yang wajib dikunjungi bagi wisatawan dari seluruh dunia. Mari bergegas menikmati suasana temaram sunset di Muntik Siokan.

Subak Sembung: Surga Ekowisata dan Lari di Tengah Hamparan Sawah Denpasar

Penyuka olahraga lari pantang untuk melewatkan destinasi satu ini. Subak Sembung atau Uma Pala. Lokasinya ada di Jalan Ahmad Yani, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Subak ini merupakan salah satu tujuan wajib bagi mereka penyuka olahraga lari. Pasalnya, disini Anda bisa menikmati udara segar sekaligus menikmati pemandangan berupa hamparan sawah. Pematang sawah ini dilengkapi dengan jalan beton selebar 2 meter sepanjang sekitar 1 km. Saluran air di sebelah jalan beton mengalirkan air dengan lancar, membelah dan mengairi sawah.

Sejumlah delegasi internasional sudah banyak menjadikan Subak Embung sebagai lokasi ekowisata. Lokasi ini sangat sayang untuk dilewatkan saat mencari tujuan wisata di daerah Denpasar Utara. Di lahan seluas 11 hektare ini, Anda bisa menghabiskan waktu dengan melihat bagaimana pemanfaatan subak sebagai salah satu bentuk ekowisata. Jika beruntung, Anda dapat berinteraksi dengan petani pemilik lahan yang jumlahnya sebanyak 200 orang. Mereka inilah yang setiap hari menjaga eksistensi Subak Embung di tengah-tengah ancaman alih fungsi lahan.

Keistimewaan destinasi ini, meskipun menjadi lokasi wisata, para petani tetap berproduksi normal seperti sedia kala. Sejumlah bale bengong untuk bersantai ditempatkan di pinggir jalan, tempat pengunjung melepas lelah atau beristirahat menikmati pemandangan hijau. Petani-petani di Subak Sembung tak lagi menggunakan pupuk kimia demi melestarikan sawah mereka. Pupuk organik diutamakan, sejalan dengan awig-awig (aturan adat) subak yang melarang anggotanya mengalihfungsikan sawah.

Ekowisata Subak Embung menjadi saksi bahwa pemanfaatan lahan sawah dapat bersinergi dengan industri pariwisata. Di subak ini, pengunjung juga dapat mencicipi jajanan tradisional yang dijual oleh warga lokal di dekat pintu masuk dan parkiran kendaraan. Oh iya, meskipun sebuah subak, pengelola ekowisata ini sudah menyiapkan lahan parkir luas sehingga tidak perlu khawatir jika Anda akan berkunjung ke sini. Disarankan, bagi yang enggan berpanas-panasan, datang pada pagi hari maupun sore hari sebelum matahari tenggelam. Dijamin semakin jatuh cinta dengan keindahan penataan Subak Embung atau Uma Sari.

Pesona Spiritual Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap: Perpaduan Sejarah dan Kemakmuran di Muara Tukad Badung

Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap tidak hanya difungsikan untuk beribadah bagi umat Hindu semata. Pura ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik di kota Denpasar. Bagi Anda yang ingin mendapatkan ketenangan berbalut aura spiritual, maka tidak ada salahnya mengunjungi pura yang dikelilingi oleh muara ini.

Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap berlokasi di perbatasan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Tepatnya, di Muara Tukad Badung di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Diyakini yang berstana Ida Ratu Bhatari Nihang Sakti, sebagai Dewi Kemakmuran. Sebagaimana difungsikan sebagai pura untuk mendapatkan kemakmuran, pura ini tidak pernah sepi dikunjungi pemedek. Keberadaan pura ini juga menjadi tujuan bagi para pedagang dan nelayan untuk memohon kemakmuran.

Dari penuturan Pemangku Pura Luhur Candi Narmada, IB Made Sudana, sebelum berdiri megah seperti saat ini, pura Luhur Tanah Kilap ini sudah ada, namun masih berupa pura sederhana. “Sejarah pura ini tertulis dalam lontar yang ditemukan di Griya Gede Gunung Beau Muncan- Karangasem,” jelasnya.

Adapun sejarah dari pura ini, seperti yang diceritakan Sudana, pada zaman pemerintahan kerajaan Bandana Raja, di pesisir bagian selatan pulau Bali hiduplah seorang Bendega (nelayan) bernama Pan Santeng, yang sehari-harinya hidup dari aktivitasnya sebagai nelayan di muara sungai yang menghadap ke laut Selatan Bali. Pada suatu hari, ketika sedang melaut, ternyata Pan Santeng sama sekali tidak mendapat hasil, dan kejadian tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Akhirnya pada hari ketiga, akhirnya Pan Santeng mengucapkan janji masesangi (kaul), jika mendapatkan ikan, maka dia akan menghaturkan pekelem dan doanya pun terkabul.

“Sehingga Pan Santeng membangun pelinggih di atas batu karang dan setiap hari dengan tekun sang Bendega menghaturkan Bhakti di pelinggih tersebut, seiring dengan semakin banyaknya hasil tangkapan yang diperolehnya,” lanjut Sudana.

Hingga suatu hari, Pan Santeng mendapat sabda jika pelinggih tersebut adalah tempat stana Ida Brahma Putri dari Patni Keniten yang bernama Ida Ayu Ngurah Saraswati Swabhawa.

Demikianlah intisari dari sejarah Pura Luhur Candi Narmada dan pura tersebut selama berabad-abad tetap berupa pelinggih batu sederhana di atas karang, hingga akhirnya dilanjutkan Sudana pada tahun 1958 ada seorang ibu dari Kuta menerima pawisik untuk membangun sanggar agung di kawasan pelinggih Ratu Niang Sakti.

Akhirnya sanggar agung dibangun, dan lambat lain pelinggih tersebut semakin banyak dikunjungi masyarakat dari seluruh Kota Denpasar maupun dari luar Denpasar. “Terutama oleh para pedagang dan nelayan, pura ini menjadi tempat untuk memohon anugrah,” lanjutnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, secara perlahan, pembangunan pura Luhur Tanah Kilap semakin berkembang dengan beberapa gedong dan bangunan lainnya mulai dari Bale Kulkul, Pelinggih Ratu Gede Bendega, Gelung kuri dan Peletasan, Pelinggih Padmasana, Pelinggih Meru dan Negara Segara, Pelinggih Berada Rambut Sedana, Pelinggih Penglurah, Pelinggih Bhatara Wisnu, Pelinggih Ratu Bagus, Pelinggih Jineng, Pelinggih Bhatari Niang Sakti, Gedong Simpen dan Telaga Waja serta Bale Peselang.

Dikatakan Sudana, pelinggih tersebut berada di utama Mandala Pura Luhur Tanah Kilap. Sedangkan di areal palemahan, terdapat dua pelinggih lain yakni Pelinggih Persimpangan Bhatara Dalem Ped yang terletak di sebelah timur dan Pura Taman dan Tapa Gni yang terletak di sebelah Barat. Pelinggih dan pura-pura yang ada ini adalah satu kesatuan di Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap.

Menjelajah Waktu di Kebon Vintage Cars: Surga Bagi Penggemar Mobil Klasik di Denpasar

Destinasi ini ditujuan buat penggemar mobil klasik. Jangan mengira di Kota Denpasar tidak ada objek wisata yang memamerkan mobil-mobil klasik. Di Kebon Vintage Cars, dahaga Anda akan mobil klasik dari berbagai negara bisa dijamin akan terpuaskan. Ada lebih dari 100 unit mobil klasik keluaran tahun lama dipajang disini.

Beberapa mobil klasik yang bisa ditemukan disini seperti model Volvo 960 Limousine tahun 1991, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, sampai Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924 juga ada. Sejumlah mobil klasik itu terpajang rapi dan mudah untuk disentuh oleh pengunjung.

Bahkan, ada salah satu mobil jenis Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948 yang di BKPBnya tertera nama Fatmawati. Beliau adalah istri dari Presiden RI Soekarno. Beberapa mobil yang dipajang disini masih dapat digunakan untuk kegiataan.

Kebon Vintage ini dimiliki oleh Jos Dharmawan. Lokasinya berada di Jalan Tegal Harum No.13, Biaung, Kecamatan Denpasar Timur. Lokasinya mudah dijangkau jika Anda hendak menuju Gianyar. Meskipun dimiliki perorangan, tetapi destinasi ini dibuka untuk umum. Destinasi ini tergolong objek wisata baru karena baru dibuka pada saat pandemi Covid-19.

Awalnya oleh pemiliknya, tempat ini hanya garasi untuk mobil-mobil koleksi pribadinya. Adanya pandemi kemudian diputuskan untuk dibuka bagi masyarakat umum. Hingga saat ini cukup banyak pengunjung yang datang melihat-lihat koleksi mobil-mobil antik di Kebon Vintage Cars. Anda tidak perlu khawatir tiba disini, karena pengelola juga membuka layanan bagi pengunjung yang membutuhkan makanan dan minuman.