Dharma Negara Alaya

Gedung Dharma Negara Alaya dibangun dengan tujuan untuk menginspirasi generasi muda agar tetap kreatif dan inovatif. Ini berfungsi sebagai tempat untuk pameran, acara bertema budaya, lokakarya, dan banyak lagi.

Pembangunan gedung Dharma Negara Alaya merupakan cerminan ekonomi digital 4.0, sejalan dengan visi Denpasar sebagai pusat kreativitas dan budaya. Masuk gratis, dan individu atau kelompok dipersilakan untuk terlibat dalam kegiatan kreatif di dalam gedung. Bangunan DNA menawarkan berbagai fasilitas.

Jika Anda berasumsi bahwa hanya ruang seni (auditorium dalam dan luar ruangan) dan ruang kerja bersama (baik dalam maupun luar ruangan) yang tersedia, pikirkan lagi. Bagi pecinta buku, terdapat perpustakaan dengan berbagai macam buku yang akan menggugah rasa penasaran Anda. Jika lapar atau haus, Anda bisa menuju ke Mulai Denpasar, kedai kopi yang menawarkan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Tempat yang pas untuk hangout, kan?

WiFi juga tersedia bagi mereka yang ingin mencari inspirasi atau melepaskan imajinasinya. Apakah Anda menuju ke tempat lain atau tinggal di dalam lokasi, yakinlah bahwa WiFi dapat diakses. Jadi mengapa tidak menghabiskan waktu berkualitas di ruang kreatif yang disediakan oleh DNA?

Duta Orchid Garden

Duta Orchid Garden lebih dari sekedar tujuan wisata. Di sini wisatawan akan menghabiskan liburannya dengan pengalaman yang begitu baik dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan terutama tentang anggrek dan tumbuhan tropis pada umumnya. Duta Orchid Garden melayani wisatawan dengan pemandangan taman yang berkualitas serta edukasi atau informasi yang baik terutama tentang tanaman. Selama tour di Duta Orchid Garden wisatawan didampingi oleh guide lokal yang berpengetahuan luas yang membantu untuk mengambil gambar di spot yang bagus, guide juga menjelaskan cara merawat anggrek di taman. memperlakukan wisatawan bukan sebagai tamu, tetapi sebagai teman baik untuk berbagi informasi yang benar tentang merawat anggrek dan juga mempromosikan bahwa Indonesia memiliki banyak anggrek langka yang unik.

Terletak di jalan bypass ngurah rai no 21X, Tohpati, Denpasar, Bali, hanya 15 menit dari Kawasan Sanur. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk menyegarkan pikiran dan jiwa Anda.

Konsep desain dibagi menjadi beberapa bagian seperti resepsionis, air terjun, rumah teduh, kafe kecil, toko souvenir, zona kaktus, area dedaunan, taman buah-buahan, anggrek, dan bunga tropis ditampilkan untuk memberikan efek segar yang berkilau di taman tropis yang indah dan rimbun. Berbagai macam anggrek berpadu dengan berbagai jenis tanaman tropis. Semua ditampilkan dalam pemandangan indah taman seluas satu hektar.

Embung Sanur

Kawasan Desa Sanur Kauh dulunya merupakan hutan bakau yang telah mati dan kemudian diubah menjadi tambak ikan oleh masyarakat setempat. Baru-baru ini, kawasan tersebut telah diubah menjadi fasilitas penyimpanan air untuk mengurangi banjir.

Embung Sanur dibangun di atas sebidang tanah seluas kurang lebih 2,3 hektar dari kawasan Tahura. Memiliki luas kolam seluas 0,96 hektare dan kapasitas penyimpanan 34.500 meter persegi. Tinggi tanggul dari dasar tampungan adalah 5,18 meter. Struktur ini dirancang untuk secara efektif mengurangi terjadinya banjir.

Selain fungsi pencegahan banjir, Embung Sanur diharapkan dapat menjadi tempat rekreasi, olah raga, dan fotografi bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Denpasar, ibu kota provinsi Bali. 

Sanur merupakan destinasi wisata yang terkenal, dan penambahan Embung Sanur pada objek wisatanya diharapkan dapat semakin mendongkrak daya tariknya.

Taman Jepun

Denpasar, ibu kota provinsi Bali, memiliki tujuan wisata yang berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi berbagai macam bunga kamboja – Istana Taman Jepun terletak di Jl. Hayam Wuruk Tanjung Bungkak, No. 104H, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, ini merupakan taman kamboja terbesar di dunia.

Istana Taman Jepun berfungsi sebagai tempat konservasi plasma nutfah Indonesia, dengan fokus khusus pada bunga kamboja. Oka Dipa mendirikan taman bunga berbahan dasar kamboja ini pada tahun 2009 karena preferensi pribadinya terhadap bunga ini. Awalnya, sebagian besar bibit bunga ditanam melalui usaha budidaya sendiri. Namun, Departemen Pertanian kemudian memberikan bantuan, yang mengarah pada penanaman hingga 400 varietas kamboja di lokasi seluas 2,5 hektar ini.

Dari 400 varietas tersebut, 140 berasal dari Bali sedangkan 260 sisanya berasal dari luar negeri, terutama Hawaii dan Thailand. Istana Frangipani memiliki beberapa fitur menarik, termasuk Monumen Charles Plumier, yang menyambut pengunjung saat memasuki taman. Plumier, seorang ahli botani Prancis terkenal, menemukan genus Frangipani bernama Plumeria. Pekerjaan klasifikasinya pada lebih dari 4.000 spesies tanaman menghasilkan identifikasi 700 spesies baru, termasuk kamboja.

Danau buatan yang luas, yang terletak tepat di depan Restoran La Jepun, menawarkan pemandangan yang menyegarkan dan indah. Banyak spesies burung, seperti angsa hitam dan putih, bebek, dan burung air lainnya dapat ditemukan di sini. Selain itu, hadir lapangan gateball berstandar internasional. Atraksi terbaru yang ditambahkan ke Istana Taman Jepun adalah permainan pedal go-car, yang diperkenalkan sebagai salah satu pilihan rekreasi taman mulai 1 September 2020.

Kebon Vintage Cars

Berawal dari kegemarannya mengoleksi mobil mainan kayu semasa kecilnya, Pak Jos pemilik Kebon Vintage Cars segera mengubah kegemarannya menjadi hobi penuh semangat hingga akhirnya membeli mobil vintage pertamanya pada tahun 1996. Sejak itu, ia telah mengumpulkan barang antik dan mobil antik unik di garasi pribadinya untuk memenuhi impian masa kecilnya.

Pada tahun 2019, Pak Jos akhirnya mewujudkan impian seumur hidupnya dengan membuka museum mobil antik dengan harapan dapat berbagi kecintaannya terhadap mobil antik serta melestarikan daya tarik dan keragaman destinasi wisata di Bali.

Pak Jos saat ini menjadi penasehat Persatuan Penggemar Mobil Antik Indonesia (PPMKI) di Bali dan berdedikasi untuk melestarikan mobil antik agar tetap indah sekaligus menjaga kekompakan dan kekompakan masyarakat.

Kebon memamerkan lebih dari 100 mobil antik dari seluruh dunia, mulai dari mobil era sebelum perang hingga merek ternama seperti Chevrolet, Cadillac, Dodge, Pontiac, Morgan, Mercury, Plymouth, Hudson, Fiat, Mini Cooper, dan masih banyak lagi .

Beberapa mobil bersejarah Indonesia juga dipamerkan, seperti Plymouth tahun 1948 milik ibu negara Indonesia (istri Soekarno) – Ibu Fatmawati.

Tim restorasi membutuhkan banyak perhatian dan upaya untuk memulihkan dan merawat setiap kendaraan mendekati spesifikasi aslinya, dan sebagian besar mobil masih beroperasi. Pengunjung dapat menyewanya untuk kebutuhan acara mereka.

Merupakan harapan kami bahwa koleksi kami yang beragam akan menawarkan kepada audiens kami pemandangan panorama ke dalam warisan otomotif yang kaya yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Bali.

Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung

Sebagai pengingat sejarah, pemerintah pada 12 November 1997, mendirikan Monumen Puputan Badung. Monumen ini berupa tiga patung, terdiri dari perempuan, laki-laki, dan anak dengan pakaian serba putih memegang keris dan tombak sebagai senjata untuk berperang. Bersamaan itu, terbitlah Surat Keputusan Wali Kota Denpasar Tahun 2009, lapangan pun resmi dinamakan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Warga biasa menyebutnya Lapangan Puputan Badung. Begitulah sejarah singkat lapangan ini.

Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, memang strategis berada di pusat keramaian, mudah dijangkau dari segala penjuru, lapangan yang dulunya sebagai ajang perang dalam mengusir penjajahan, kini menjadi ruang terbuka hijau tempat rekreasi. Lapangan yang memiliki luas kurang lebih 35.691 meter persegi dipadati juga aktivitas olahraga lain seperti bersepeda dan sepakbola, sejumlah fasilitas untuk rekreasi tersedia di kawasan ini, terdapat tempat bermain skateboard bagi kawula muda, tempat anak-anak bermain, tempat jalan-jalan atau jogging, toilet, papan catur besar, tempat duduk untuk bersantai di bawah rindangnya pepohonan, sejumlah alat olah raga, serta stage atau panggung terbuka yang sering digelar pertunjukan kesenian, dan semuanya tersebut bisa dinikmati dengan gratis. Waktu berkunjung terbaik di kawasan ini adalah pada sore hari.

Wisata keluarga bersama anak-anak terutama balita akan menjadi tempat yang ideal, di mana mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan lebih leluasa, termasuk juga dengan teman-teman sebaya mereka, atau bisa mengajak bermain menikmati sejumlah permainan anak yang disediakan, bagi orang tua juga bisa refresh sejenak. Banyak hal yang bisa dilakukan baik itu anak, remaja dan juga orang tua.

Pelabuhan Benoa

Pelabuhan Benoa berdiri sejak tahun 1924, sebagaimana tertuang dalam Stb. 1924 No. 378, pada masa penjajahan Belanda di Denpasar. Pada awalnya, yurisdiksi pelabuhan dan aktivitasnya ditentukan oleh peta pelabuhan zaman Belanda yang didokumentasikan dalam Staatsblad nomor 16 tanggal 8 Januari 1926.

Kemudian, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan secara bersama-sama menetapkan batas wilayah kerja pelabuhan dan wilayah kepentingan dalam surat keputusan nomor 15 Tahun 1990/KM.18 Tahun 1990 yang dikeluarkan pada tanggal 14 Februari 1990. Sebagai pengakuan atas keunggulannya jasa, Pelabuhan Benoa dianugerahi Best Port Welcome oleh majalah Dream World Cruise Destination pada tahun 2010.

Pelabuhan ini terletak di Denpasar Selatan, Bali, sekitar 8 km dari Kabupaten Kuta melalui Jl. Bypass Ngurah Rai, dan berjarak 8,6 km dari Sanglah Denpasar melalui Jalan Diponegoro Sesetan. Mereka yang masuk ke pelabuhan dikenakan biaya distribusi di loket gerbang pelabuhan Benoa.

Pelabuhan Benoa berlokasi strategis di dekat pintu masuk tol Bali Mandara, dapat diakses melalui desa Pesanggaran di Denpasar. Saat ini, pengembangan pelabuhan berfokus pada kearifan lokal Bali dan kesadaran lingkungan, menampilkan pengaruh Bali dan ruang hijau, sehingga sesuai dengan citra Bali sebagai tujuan wisata yang populer.

Pelabuhan Sanur

Pelabuhan Sanur mewakili kemajuan yang signifikan dalam infrastruktur pariwisata Denpasar, dengan desain yang sangat dipengaruhi oleh budaya Bali, termasuk perahu “Perahu Bercadik” dan pola “Gajah Mina”. Selain menjadi pusat transportasi, Pelabuhan Sanur menjadi ikon baru yang memberikan harapan pemulihan ekonomi Bali pasca pandemi Covid-19. Pelabuhan ini menarik wisatawan, terutama pengunjung kelas menengah ke atas, dan diharapkan dapat merangsang perluasan segmentasi wisatawan ke Nusa Penida dan Nusa Ceningan.

Baik Nusa Penida maupun Nusa Ceningan adalah tujuan wisata yang terkenal, terkenal dengan pesona alamnya, dan pelabuhan baru semakin memudahkan wisatawan untuk mengaksesnya. Sebelum pembangunan pelabuhan, wisatawan harus menaiki perahu, seringkali basah dalam prosesnya, tetapi sekarang mereka dapat menaiki kapal melalui jembatan apung.

Pelabuhan tidak hanya melayani wisatawan tetapi juga orang Bali yang ingin beribadah di pura di Nusa Penida. Meski demikian, pariwisata tetap menjadi sumber pendapatan utama masyarakat Bali, dan dampak pandemi terhadap perekonomian Bali sangat parah. Tanpa turis asing, pertumbuhan ekonomi pulau itu anjlok, dan pengangguran meningkat. Namun, pemerintah memanfaatkan pandemi untuk memperbaiki infrastruktur dengan membangun Pelabuhan Sanur yang sebelumnya fasilitas pendukungnya kurang memadai, ruang sempit, dan tidak ada tempat untuk kargo. Kapal melintas dari Sanur tanpa memenuhi standar keselamatan dan keamanan.

Taman Janggan

Taman bermain anak di pusat Kota Denpasar ini didesain modern, nyaman, dan edukatif. Taman Janggan merupakan bagian dari proyek Penataan Bangunan Kawasan Strategis Nasional (KSN) atau Civic Center Denpasar.

Aneka wahana bermain bagi anak ada di sini, mulai dari perosotan pendek, hingga perosotan panjang menyerupai belalai gajah. Ada dua platform deck untuk melatih ketangkasan anak di mana pada bagian bawah deck bisa digunakan untuk bermain hide and seek.

Semua wahana bermain ini melatih kemampuan motorik anak, khususnya yang berusia 18 bulan hingga enam tahun. Ada juga ayunan, jungkat-jungkit, area memanjat, tempat duduk, dan area lesehan bagi orang tua sembari mengawasi putra-putrinya bermain.

Setiap harinya, terlebih akhir pekan, Taman Janggan selalu ramai dikunjungi. Lantainya terbuat dari keramik empuk atau rubber pad, sehingga anak-anak tetap aman meski terjatuh.

Areanya aman karena dikelilingi pagar pengaman. Lokasinya pun strategis, di Jalan Raya Puputan, sekitar 800 meter di timur Monumen Bajra Sandhi, Renon.

Pada dasarnya Taman Janggan dibagi dua bagian. Bagian pertama area playground anak, sedangkan bagian kedua area santai untuk anak dan dewasa, dilengkapi sarana olah raga, seperti  sepeda udara (air walker), alat bantu sit up, horse rider machine, elliptical machine, jogging track, dan jalur bebatuan khusus pijat refleksi kaki.

Taman yang diresmikan awal 2017 ini memiliki aturan khusus. Pengunjung wajib melepas alas kaki saat masuk ke dalam. Areanya telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan lampu penerangan yang memadai.

Taman Kota Lumintang

Sebuah taman di tengah kota bisa menjadi lokasi favorit warga untuk sekedar jalan-jalan santai. Seperti halnya Taman Kota Lumintang Denpasar. Taman Kota Lumintang ini merupakan kebanggaan warga Denpasar pada khususnya yang selalu ramai dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat.

Suasana Taman Kota Lumintang Denpasar kian semarak dengan adanya air mancur menari yang tepat berada di tengah kolam buatan. Air mancur menari inilah yang menjadi primadona warga tatkala datang ke Taman Kota Lumintang.

Warga bisa menikmati keindahan air mancur menari mulai pukul 19.00-21.00 WITA dan hanya pada akhir pekan saja. Pada sekitar pukul 18.00 WITA, musik di areal danau mulai berbunyi. Namun air mancur menari baru melakukan atraksinya ketika langit benar-benar telah gelap.

Air mancur menari ini memang sangat unik. Air mancur yang diterangi dengan berbagai macam warna, tampak semakin memesona dengan liuk-liuk gerakan layaknya sedang menari. Atraksi air mancur menari ini sangat diminati oleh warga yang datang, terutama anak-anak yang datang bersama orang tua mereka. Anak-anak dibuat takjub oleh keindahan warna dan liuk gerakan air mancur yang selalu berubah-ubah

Meskipun tak sebesar dan seluas Lapangan Renon, Taman Kota Lumintang juga memiliki fasilitas penunjang yang cukup memadai. Diantaranya terdapat jogging track yang dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, arena permainan anak, sebuah sangkar burung yang besar dan berada di sudut taman yang sangat menarik perhatian anak-anak, toilet, area parkir serta warung-warung penjual makanan atau para pedagang makanan ringan.

Datang ke Taman Kota Lumintang sebaiknya menjelang petang agar tidak terlalu lama menunggu atraksi air mancur menari. Sambil menunggu Anda bisa menghabiskan waktu sambil jalan-jalan santai berkeliling taman, berolahraga ringan, duduk-duduk santai di balai-balai yang sudah ada atau menunggu anak-anak yang sedang asyik bermain.

Menikmati beberapa kuliner yang dijual di warung-warung atau pedagang yang ada di Taman Kota Lumintang juga bisa menjadi pilihan sambil menunggu waktu. Bagi Anda yang membawa anak, sebaiknya membawa makanan dari rumah karena kebanyakan kuliner yang dijual kurang pas dilidah anak-anak seperti makanan pedas. Walau demikian masih ada beberapa menu yang juga disukai oleh anak-anak seperti bakso, es atau makanan ringan lainnya.

Yang suka olahraga, bisa berolahraga sepanjang hari di Taman Kota Lumintang ini. Karena area jogging track ataupun area olahraga terbuka untuk umum mulai dari pagi hingga malam hari. Pada malam hari, setiap area taman dilengkapi penerangan yang sangat memadai sehingga kegiatan olahraga dapat dilakukan dengan aman dan nyaman.

Taman Kota Lumintang Denpasar berada Jalan Mulawarman, Lumintang. Anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga dengan refreshing murah meriah di Taman Kota Lumintang.